Indonesia memiliki program Keluarga Berencana dimana pada setiap keluarga dianjurkan hanya memiliki anak maksimal 2 orang saja. Dengan perencanaan kehamilan diharapkan keluarga akan lebih sejahtera dibandingkan jika tidak ada kontrol terhadap kehamilan.
Cara yang bisa dilakukan untuk menjarangkan kehamilan adalah dengan menggunakan alat kontrasepsi dimana pemerintah memiliki program pemberian alat kontrasepsi gratis yang bisa disalurkan dari puskesmas setempat.
Beberapa contohnya adalah pil kb, implan, IUD hingga melakukan sterilisasi untuk proses steril permanen. Meski gratis, ternyata banyak orang yang masih ragu menggunakannya sehingga kehamilan yang kurang diharapkan sering terjadi.
Bagi Anda yang belum menggunakan alat kontrasepsi namun belum ingin memiliki keturunan, sebenarnya ada cara yang bisa dilakukan tanpa menggunakan obat-obatan.
Cara tersebut adalah menggunakan sistem kalender masa subur dimana Anda para wanita harus mengetahui prediksi masa subur untuk menggunakannya sebagai waktu pantangan melakukan hubungan seksual.
Masa subur adalah masa dimana sel telur bisa dibuahi yang terjadi 3 hingga 8 hari sekali dalam satu masa siklus menstruasi. Untuk mengetahuinya, Anda perlu mengetahui berapa lama siklus menstruasi yang biasa terjadi pada diri Anda terlebih dahulu.Penggunaan perhitungan kalender masa subur hanya efektif dilakukan pada wanita yang memiliki siklus menstruasi teratur.
Umumnya wanita memiliki siklus menstruasi 28 hingga 35 hari sekali. Anda bisa mencari tahu berapa lama siklus menstruasi Anda dengan cara menghitung masa diantara hari haid pertama bulan lalu dengan hari haid pertama di bulan ini.
Setelah mendapatkannya catat untuk mengetahui masa subur mendatang. Selain masa siklus haid, untuk bisa melakukan perhitungan kalender masa subur, Anda juga harus mencatat tanggal haid hari pertama di bulan ini.
Setelah masa siklus menstruasi dan tanggal hari haid pertama di bulan ini dicatat, Anda bisa mulai melakukan perhitungan masa subur yaitu dengan cara:
  1. Bagi 2 masa siklus menstruasi. Misalnya Anda memiliki siklus menstruasi selama 32 hari, maka bagi 2 sehingga hasilnya adalah 16 hari.
  2. Tambahkan tanggal haid pertama bulan ini dengan hasil bagi dua siklus menstruasi tadi. Sebagai contoh, jika bulan ini Anda mengalami haid pertama di tanggal 7 maka perhitungannya akan menjadi 7 + 16 = 23.
  3. Hasil pertambahan di atas akan menjadi tanggal ovulasi atau sel telur matang (tanggal 23). Sedangkan untuk masa subur, tambahkan 3 hari di depan dan 3 hari di belakang tanggal ovulasi. Dalam contoh di atas menjadi tanggal 20 hingga tanggal 26 bulan ini.
Setelah mengetahui masa subur, gunakan tanggal tersebut untuk menghindari hubungan seksual sehingga tidak terjadi pembuahan. Jika melakukan hubungan sekspun, gunakan pengaman lain misalnya kondom sehingga sel sperma tidak bertemu dengan sel telur.