Kredit usaha rakyat merupakan salah satu program yang diberikan untuk membantu masyarakat kecil. Kredit ini memberikan program pembiayaan yang khusus dengan nilai pinjaman dibawah Rp 500.000.000 yang diperuntukkan untuk Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi (UMKMK) yaitu di sektor pertanian, perikanan dan kelautan, perindustrian, kehutanan dan jasa keuangan simpan pinjam. 

Tujuan pelaksanaan kredit usaha rakyat yang resmi dipergunakan pada tanggal 5 November 2007, antara lain:

  • Mempercepat perkembangan di sektor Riil dan pemberdayaan UMKMK.
  • Meningkatkan akses pembiayaan dan pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi ke lembaga keuangan.
  • Menanggulangi kemiskinan dan upaya pemberdayaan lapangan kerja yang dibuka oleh masyarakat ekonomi menengah.

Bank pelaksana memberikan 100% dana yang diperlukan untuk kredit usaha rakyat dan dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia. Sasaran dari kredit tersebut yaitu orang atau perusahaan yang tergolong menjadi seperti berikut:

  1. Usaha mikro adalah usaha produktif dengan kekayaan bersih maksimal Rp 50.000.000 atau hasil penjualan tahunan maksimal Rp 300.000.000.
  2. Usaha kecil yang berdiri sendiri dan bukan anak perusahaan dengan kekayaan bersih berkisar Rp 50.000.000-Rp 500.000.000 atau hasil penjualan tahunan Rp 300.000.000-Rp 2.500.000.000.
  3. Usaha menengah, usaha produktif yang berdiri sendiri bukan anak perusahaan dengan total penjualan tahunan sekitar Rp 2.500.000.000-Rp 50.000.000.000 atau kekayaan bersih Rp 50.000.000-Rp 500.000.000.
  4. Koperasi merupakan badan usaha dengan beberapa orang anggota berlandaskan prinsip koperasi dengan asas kekeluargaan.

Kredit usaha rakyat dapat diberikan dari bank pelaksana kepada UMKMK dengan tahap-tahap seperti berikut:

  1. Pengajuan surat permohonan dari UMKM ke pihak bank dengan melampirkan dokumen seperti dokumen legalitas usaha, perizinan usaha, catatan keuangan yang dimiliki, identitas diri dan beberapa surat yang diperlukan.
  2. Setelah pengajuan diterima, maka bank akan melakukan evaluasi dan analisa kelayakan usaha dari UMKMK tersebut.
  3. Jika dinyatakan layak, maka bank akan menyetujui permohonan pengajuan kredit dan keputusan sepenuhnya milik pihak bank.
  4. Pemohon dan pihak bank kemudian menandatangani Perjanjian Kredit atau Pembiayaan.
  5. UMKMK akan menerima dana dan wajib membayar dengan cara mengangsur atau mengembalikan kredit tersebut secara tunai ke pihak bank hingga lunas.